Ternyata Teknologi Penting ini Ada di Sekitar Kita

Kalau kita mendengar kata teknologi, untuk kita yang sekarang ini pasti sudah bisa membayangkannya dan juga bayangan yang ada di kita itu seperti yang berhubungan dengan dunia maya dan juga barang-barang elektronik lainnya. Padahal makna dari teknologi itu ternyata lebih dari itu. Teknologi itu sendiri bisa diartikan sebagai sebuah inovasi dari umat manusia yang membantu kenyamanan mereka. Hal itu berarti semua hal yang kita kenakan selama ini dan kita gunakan sekarang adalah sebuah teknologi juga.

Ada banyak teknologi yang pasti tidak pernah kalian anggap serius. Misalnya itu bagaimana sejarah dan seperti apa proses teknologi itu muncul. Yang kita lakukan adalah hanya memakainya saja. Berikut ini adalah teknologi yang dianggap biasa saja namun ternyata sangat penting dan sering kali kalian gunakan sehari-hari bahkan setiap hari dan kalian tidak menyadarinya. Barang tersebut tampak sederhana tetapi ternyata lebih rumit dari pada yang kita kira selama ini. Berikut diantaranya.

 

Kabel 

Inovasi kabel yang biasa kamu gunakan untuk mengisi baterai ponselmu itu sebenarnya sudah hadir sejak pertengahan abad ke-19 dan 20. Tidak ada yang mengetahui pasti siapakah yang menemukannya, namun Sbobet itu sedikit banyak berhubungan dengan Thomas Alva Edison yang menemukan arus listrik DC serta lampu.

Fiber Optik<p style="text-align:justify"><strong>Fiber Optik</strong> adalah saluran <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Transmisi" title="Transmisi">transmisi</a> atau sejenis kabel yang terbu...

Pada awal 1880, Edison membangun sebuah perusahaan bernama Edison Illuminating Company yang mana perusahaan itu berusaha membangun sistem pendistribusian listrik untuk penerangan. Sistem tersebut menggunakan material tembaga untuk menyalurkan listrik dan untuk melindungi tembaga itu dari cuaca, material itu dipasangkan pelindung. Dari situ, penggunaan kabel mulai marak dan berangsur-angsur mulai digunakan untuk berbagai alat modern lainnya.

 

Kipas Angin

Dengan hadirnya listrik, maka penggunaan mesin bertenaga listrik mulai marak. Itu menciptakan inovasi baru, seperti kipas angin. Jika kamu tahu konsep kipas angin telah ada sejak 500 tahun sebelum masehi di India. Teknologi ini juga ditemukan di Tiongkok pada era dinasti Han, akan tetapi pengaplikasian menggunakan tenaga listrik baru ada pada 1880.

Sejarah Penemuan Kipas Angin Manual dan Listrik

Schuyler Wheeler-lah yang pertama kali menunjukkannya kepada dunia jika tidak perlu lagi kerosin, alkohol atau minyak untuk memutarnya. Inovasi ini dikembangkan lagi oleh Philip Diehl menjadi kipas langit-langit. Beruntunglah kamu karena dengan ciptaan ini, kamu tak lagi terlalu merasakan panas.

 

Kulkas 

Konsep pertama kulkas datang dari rumah es yang digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan dan itu dikembangkan hingga abad ke-18. Pada pertengahan 1830, kulkas dengan sistem pengompresan uap air tercipta dan memulai perjalanan dari kotak beku itu. Akan tetapi, inovasi itu baru mulai dikomersialkan untuk produk rumahan 80 tahun kemudian, tepatnya pada 1913.

Ini 3 Fungsi Teknologi Prime Fresh Lemari Es Panasonic - Ceritaonlineku

Fred W. Wolf adalah sang penemu dengan desain pertamanya adalah sebuah unit yang memiliki kotak es di bagian atasnya. Satu tahun berselang, Nathaniel B. Wales mengembangkannya menjadi kulkas elektrik yang sepenuhnya diberikan energi listrik. Setelah itu, masih banyak lagi pengembangan kulkas, mulai dari fitur otomatis hingga sekarang sistem digital.

 

Pulpen 

8 Teknologi Pulpen Canggih dan Kekinian yang Bakal Bikin Kamu Terkejut - Dunia Elektronik

Alat ini sebenarnya telah ditemukan sejak zaman kuno. Diperkirakan adalah era Mesir kuno, berkisar 2.000 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan mereka adalah yang pertama menciptakan pulpen, namun setelah itu tidak ada jejak hadirnya teknologi pulpen. Untuk orang-orang Eropa sendiri, mereka tercatat menggunakan pena baru pada abad ke tujuh hingga ke-19. Alatnya sebatang bulu burung (bisa dari angsa, ayam kalkun atau bebek) yang ujungnya telah diasah tajam dan untuk menulis dicelupkan ke tinta. Memasuki abad 19, pena dikembangkan hingga memiliki ujung logam dan memiliki teknologi menyimpan banyak tinta sekaligus. Bernama fountain pen, inilah yang dasar dari pulpen modern jaman sekarang.

 

Kacamata 

Kemungkinan terbesar lensa ditemukan pada abad ke-13. Tidak benar-benar jelas terlihat tetapi terdapat sebuah tulisan dalam karya klasik dengan penyebutan penggunaan optik untuk membaca huruf kecil dalam jarak jauh. Diperkirakan kacamata pertama ditemukan di Italia pada 1290.

Huawei Kembangkan Kacamata Pintar Dengan Teknologi AR

Pada abad 19, penemu asal Amerika bernama Benjamin Franklin menemukan bifocals, kacamata yang memiliki dua lensa. Bahkan diperkirakan bifocals itu sendiri sudah ada sejak 50 tahun lebih awal dari tercatatnya sejarah. Dari sana pengembangan kacamata terus menerus dilakukan sampai kamu mengenakan kacamata saat ini.

 

Toilet 

Orang-orang kuno pun sudah memiliki alat buang air sejak dulu. Perbedaannya dengan kita, itu tidaklah semodern zaman sekarang dan mungkin lebih parah dari yang kita bayangkan. Di zaman Mesir kuno, orang kaya memiliki kamar mandi dan toilet dalam rumahnya yang mana terbuat dari batu gamping. Sedangkan orang miskinnya hanya menggunakan bangku dengan adanya lubang yang bawahnya terdapat pasir. Kamu tahu, pasir itu harus diganti dengan tangan.

Wow, Toilet Umum di Jepang Dibuat Transparan - KabarPenumpang.comKabarPenumpang.com

Desain toilet yang seperti itu berlanjut hingga ke abad pertengahan dan baru berubah memasuki abad ke-18. Pada 1775, Alexander Cumming mendapatkan inovasi pembilas toilet yang mana gagal dilakukan oleh Sir John Harrington pada 1596. Tentu saja ini juga termasuk barang mewah sehingga hanya orang kaya saja yang memilikinya. Harga toilet bilas ini baru terjangkau ketika masuk ke abad 20.

 

Payung 

Payung paling mendasar telah ditemukan pada 4 ribu tahun yang lalu. Banyak bukti akan hadirnya alat ini di zaman Cina hingga Mesir kuno. Desain pertama payung digunakan untuk melindungi seseorang dari matahari, namun setelah itu dikembangkan untuk dapat melindungi orang dari hujan. Hal itu ditemukan oleh orang-orang Cina sana dengan cara melapisi payung kertas mereka dengan lilin.

Payung Lipat Mini – Payung Praktis dengan Sistem Buka Tutup Otomatis

Payung dianggap sebagai aksesori wanita hingga abad ke-16. Namun seorang pelancong dan penulis asal Persia, Jonas Hanway membawa dan menggunakan payung di depan umum warga Inggris pada pertengahan abad ke-18 selama 30 tahun. Hal ini mengubah sudut pandang orang dan mempopulerkannya diantara para pria-pria.

 

Sepatu 

Yang kamu kenakan di kakimu ini adalah sesuatu yang berasal dari 40 ribu tahun yang lalu. Diperkirakan berada di era pertengahan Paleolithic, sepatu tidaklah lebih dari kulit hewan yang dililitkan dan membungkus kaki dengan tujuan untuk melindungi. Alas kaki ini terus menerus mengalami perubahan ketebalan berdasarkan zamannya. Diperkirakan itu ada hubungannya dengan bentuk tulang kaki pada orang-orang di zaman tersebut. Sepatu memasuki masa industrinya ketika ada di abad ke-18. Banyak gudang besar menyimpan sepatu-sepatu yang diproduksi oleh produsen-produsen kecil di area sekitarnya. Hingga abad ke-19, sepatu dibuat menggunakan tangan dan setelah itu, semuanya lewat mesin.

Canggih! Sepatu Nike Ini Bisa Ubah Warna & Ikat Tali Sendiri

Perubahan teknik produksi itu tercetus karena adanya perang Napoleonic. Untuk memenuhi kebutuhan para prajurit Inggris, mau tidak mau produksi sepatu harus lebih cepat dan dari sanalah alas kaki ini diproduksi masal. Gila, kan? Apa yang kamu gunakan ini untuk usia paling muda setidaknya telah berumur 200 tahun. Proses lama tersebut diperlukan hanya untuk mencapai bentuk yang sekarang. Sekiranya 200 tahun lagi, produk-produk teknologi seperti apa yang akan kita kenakan dan gunakan?

Teknologi yang Muncul saat Pandemi Covid 19

Seperti pada masa pandemi virus Covid 19 yang sekarang ini menjadi sebuah hal yang sedang melanda dunia, peran teknologi juga turut ikut andil dalam memerangi virus tersebut. Banyak sekarang ini perusahaan di dunia yang berlomba menciptakan teknologi untuk membantu manusia dalam melawan virus tersebut dan berharap pandemi ini dapat segera usai.

Teknologi yang Muncul saat Pandemi Covid 19

Kecanggihan teknologi menjadi sebuah hal yang juga turut berkontribusi dalam membantu memerangi virus Covid-19 di masa pandemi. Beberapa perusahan juga sudah mulai berinovasi dalam menciptakan produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk melawan virus Covid-19. Produk yang diciptakan pun juga cukup beragam seperti aplikasi, perangkat pintar, hingga sebuah drone yang digunakan untuk mengantar kebutuhan tenaga medis. Untuk mengetahui apa saja teknologi yang turut berperan dalam melawan virus Covid-19, berikut ini kami sudah merangkum beberapa di antaranya dibawah ini.

Aplikasi pelacakan virus corona

Aplikasi yang dibuat oleh Google dan juga Apple, penggunanya akan memperoleh peringatan terkait wilayah dan juga orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Covid 19, juga aplikasi ini mampu melacak jejak dan merekam riwayat interaksi sosial dari penggunanya. Sistem ini memanfaatkan koneksi Bluetooth Low Energy (BLE) sebagai medium untuk dapat melakukan sebuah pelacakan orang-orang yang berada di sekitar ponsel pengguna.

Gelang pintar

Gelang tersebut dirancang khusus untuk memantau kondisi kesehatan dari para penggunanya, seperti pengecekan temperatur badan secara langsung dan untuk dapat mengetahui apakah ada sebuah gejala demam ataukah tidak. Apabila pengguna nantinya mengalami masalah kesehatan, aplikasi tersebut juga akan memberikan sebuah peringatan dan merekomendasi pengguna untuk melakukan sebuah tindakan lebih lanjut. Statistik dari suhu badan yang dideteksi oleh gelang tersebut akan diupload ke smartphone melalui jaringan dan koneksi bluetooth.

Thermal Scanner

Thermal scanner merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengetahui suhu pada sebuah objek dengan menggunakan teknologi Focal Plane Array (FPA) sebagai sebuah detektor untuk dapat menerima sinyal infra merah. Thermal scanner ini nantinya akan dapat mendeteksi suhu dengan menghasilkan output berupa sebuah cahaya warna-warni. Suhu objek yang telah ditangkap akan menunjukkan warna yang juga berbeda-beda. Untuk suhu yang lebih dingin dimunculkan dengan warna biru, ungu, dan juga warna hijau. Sedangkan suhu yang lebih hangat nantinya akan diberi warna merah, oranye, dan kuning.

Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) salah satu teknologi yang dirancang untuk mengidentifikasi pola pergerakan dari penyebaran virus Covid-19. Namun, untuk membantu sebuah diagnosa, perlu menggunakan perhitungan dari algoritma dengan melakukan sebuah analisa lewat CT Scan.

Seperti yang ada di China, AI digunakan untuk dapat membantu para tenaga medis melakukan identifikasi dan juga digunakan untuk dapat membedakan hasil scan pneumonia. Sebelumnya perusahaan asal Israel yaitu Coresight AI, juga dikabarkan sedang mengembangkan teknologi pemindai wajah yang nantinya dapat mendeteksi meski sedang menggunakan penutup wajah.

Drone

Saat pandemi seperti Covid-19 saat ini, drone menjadi sebuah alat yang beralih fungsi untuk menggantikan tenaga manusia dalam mengantar dan mengambil sesuatu. Drone difungsikan untuk menjembatani rumah sakit dengan rumah warga untuk dapat mengantarkan kebutuhan medis yang diperlukan. Perusahaan teknologi bernama Antwork dari China melakukan proses pengiriman logistik untuk keperluan tenaga medis yang ada di China.

Selain itu salah satu kampus yang berada di wilayah Carolina Utara AS memanfaatkan drone sendiri untuk dapat mengantarkan hasil sampel uji Covid-19 ke rumah sakit yang berada di pusat kota. Pihak kepolisian yang ada di Paris dan India juga memanfaatkan drone yang digunakan untuk menegakkan aturan karantina wilayah.

Robot

Business Breakthrough University yang berlokasi di Jepang memanfaatkan robot untuk dapat menggantikan para wisudawan dalam menjalani wisuda. Robot bernama Newme tersebut dipakaikan sebuah kain toga berwarna hitam yang menyerupai seorang mahasiswa yang tengah mengikuti wisuda. Wajah para wisudawan secara bergantian akan ditampilkan pada layar yang telah dipasang di bagian atas robot tersebut.

Rumah Sakit Circolo di Italia menggunakan robot juga untuk membantu para tenaga medis dalam menangani pasien virus Covid 19. Robot tersebut bertugas untuk dapat memantau kondisi pasien dari peralatan di ruangan kemudian menyampaikannya ke staf yang ada di rumah sakit. Tak hanya itu saja, sebuah cafe yang berlokasi di wilayah Daejeon, Korea Selatan juga memanfaatkan robot sebagai pengganti dari barista dan waiter untuk melayani para pelanggannya.

Alarm Social Distancing

Dengan pemerintah yang terus mengimbau agar masyarakatnya tetap menerapkan aturan jaga jarak, penemu telah menciptakan sebuah sistem alarm yang aktif ketika ada dua orang yang terlalu dekat satu sama lain. Meta Touch di Universitas Science and Innovation Park UEA telah mengembangkan sebuah sistem menggunakan kamera termal untuk dapat mendeteksi dimana orang berada. Kamera tidak merekam detail wajah, jadi keamanan privasi nantinya tetap terjaga. Alarm ini nantinya hanya akan menjadi sebuah pengingat yang berbunyi ketika orang menjadi sangat dekat satu sama lain.

The Hygiene Hook

The hygiene hook merupakan sebuah alat yang dapat membantu kita untuk mengurangi bersentuhan langsung dengan sebuah permukaan benda. Beberapa produk memiliki sebuah permukaan datar kecil di ujungnya sehingga dapat memungkinkan seseorang nantinya dapat digunakan untuk menekan tombol pada lift atau memencet kunci pada mesin ATM. The Hygiene Hook ini nantinya dapat dengan mudah dicuci karena biasanya terbuat dari bahan yang tidak berpori seperti plastik ataupun juga logam.

Lampu pembunuh bakteri (Germicidal lamp)

Benda yang satu ini sebenarnya barang lama yang jadi populer karena pandemi Covid-19 saat ini. Lampu pembunuh bakteri ini sudah lama digunakan di laboratorium, berbagai industri makanan dan juga beberapa industri lainya yang membutuhkan sebuah alat untuk dapat mensterilkan peralatan kerja dan juga bahan baku. Lampu ini akan memancarkan sinar ultra violet C (UVC), yang memiliki sebuah kemampuan memandulkan virus, bakteri, dan juga segala bentuk kuman penyakit, sehingga juga makhluk-makhluk agar dapat berkembang biak. Sebagai alat pembasmi bakteri, germicidal lamp ini dipuji menjadi sebuah alat yang sangat efektif, sehingga marak digunakan.

E-Learning Platform Teknologi selama COVID-19

Aspek pendidikan juga menjadi sebuah situs s128 hal yang terdampak saat pandemi. Kegiatan belajar mengajar yang umumnya diterapkan dengan tatap muka fisik sekarang menjadi kurang efektif karena hadirnya sebuah rasa takut akan tertular virus dari orang lain. Demi mengurangi risiko tersebut, berbagai platform e-learning sekarang telah hadir untuk digunakan para pelajar maupun juga digunakan oleh mahasiswa yang melakukan persiapan kuliah.

Meskipun hanya di rumah, pembelajaran nantinya masih tetap dapat berjalan dengan cara yang tidak kalah menyenangkan dibandingkan dengan tatap muka secara langsung di dalam ruang kelas.

Demikian itulah beberapa teknologi yang berinovasi di tengah pandemi. Banyak beberapa teknologi baru yang diciptakan untuk dapat memudahkan kebutuhan manusia pada saat pandemi sekarang ini. Beberapa di antaranya berguna agar penyebaran virus covid 19 tidak terjadi.

Jayanya Teknologi Abad -19 Sampai Saat INI !!

Zaman memang sudah berkembang pesat, kemajuan secara global juga sudah berkembang sangat hebat. Sampai pada akhirnya penggunaan dari teknologi pun jadi tambah banyak dan banyak bervariasi lagi adanya. Walau seperti itu, kita harus bisa melihat juga zaman dari 1800 tahun yang lalu. Dimana, kehidupan kita saat ini banyak sekali berhutang pada era-era tersebut. Hal ini disebabkan adanya bibit-bibit teknologi joker123 unggul barulah tercipta dengan baik bersamaan dengan ilmu pengetahuan yang sudah berkembang pesat pada era tersebut. Misalnya seperti kalian mengenal tokoh-tokoh Sains yang berperan penting dalam dunia pengetahuan ilmiah seperti Albert Einstein, lalu ada juga dari Teknologi kalian mengenal bapak Graham Bell dan Galileo Galilei serta tokoh lainnya  yang memang membawa pengaruh pesat bagi dunia saat ini. 

Ketika mengulang sedikit sejarah yang ada, tepat di Abad ke 19 atau dikenal dengan Era Victoria ini sudah menyimpan banyak sekali penemuan yang bahkan sampai saat ini masih dipergunakan baik oleh manusia dan juga ada hasil dari teknologinya digunakan hingga dikonsumsi hingga sampai saat ini. Pasalnya, semua ini memang disebabkan orang-orang pada dunia barat di tahun 1800 an ini jauh lebih kreatif dan juga sudah memiliki rasa ingin tahu yang benar-benar besar dan juga tinggi. Orang-orang di era tersebut memang ingin sekali untuk mencoba memperluas kembali pengetahuan yang dimiliki oleh mereka ini dan selalu ingin meningkatkan adanya derajat hidup mereka pada masa itu. Nah, jika kalian saat ini sedang ingin menambah wawasan mengenai barang teknologi apa saja yang ada di abad 19 dan masih dipergunakan hingga kini, maka kalian bisa langsung saja lihat lebih lengkapnya di bawah ini. 

 

PENEMUAN ABAD 19 BIDANG TEKNOLOGI 

Teknologi sendiri bukan hanya produk gadget , pemakaian barang-barang elektronik saja yang bisa kalian ketahui. Namun, ada setidaknya barang-barang yang pada zaman dulu bisa dikatakan sebagai penemuan dari teknologi yang maju. Nah, kira-kira ada apa saja si penemuan di abad 19 yang sampai detik ini kok masih bisa dipergunakan oleh manusia-manusia modern ? .. yuk mari kita ulas semuanya di bawah ini. 

 

Toilet Model Flush ( Toilet Duduk )

Hayo hayo, bagi kalian anak-anak muda atau bocil-bocil pasti deh tahu toilet ini ada pada eranya tersebut. Namun nyatanya, teknologi dari pemakaian Toilet Flush ini sudah ada sejak lama. Konsep dari Toilet yang saat ini telah dikenal luas oleh orang banyak adalah kreasi dari orang-orang yang ada di era Victoria yang memiliki nama “ Alexander Cumming “. Dirinya pada zaman itu langsung membuat hak paten dari toilet yang bernama S-Bend dengan konsep Airlock yang langsung berisikan dengan air di pipa yang mana akan menjebak bau agar nantinya tidak bisa menguar. 

Teknologi ini dulunya sempat tidak diketahui oleh orang banyak, sampai akhirnya daerah kawasan London mengalami sebuah masalah yakni The Great Stink ( 1858 ). Dimana masalah ini adalah sebuah masalah dari bau limbah yang benar-benar memenuhi kota tersebut. 

Dari kasus tersebut muncullah gagasan Toilet Flush dengan Septic Tank Namun sayang sekali, dari bisnisnya yang laris di pasaran mengenai teknologi ini. Sayang sekali saat tenar tidak berhubungan langsung dengan sanga penemunya secara langsung. 

 

Teknologi Pasteurisasi  

Tepat di tahun 1856 , seorang Ilmuwan bernama Louis Pasteur melakukan pekerjaan dari produsen alkohol untuk benar-benar bisa mencari tahu apa yang menyebabkan alkohol ini memiliki rasa yang asam. Langsung saja, teori ini memiliki sangkut paut dari fermentasi yang mana awal dari fermentasi ini adalah sebuah proses kimia murni. Dari sini, sang pasteur akhirnya mengetahui bahwa Ragi adalah organisme yang hidup. Sampai pada akhirnya, dirinya langsung mengembangkan adanya teori fermentasi oleh bakteri baik. 

Dengan adanya teori ini sudah langsung menyebutkan bahwasannya mikroba ini akan langsung mati pada saat dipanaskan oleh suhu tertentu dan dirinya menemukan juga bahwasannya deretan dari temperatur ini memang tepat untuk bisa melakukan adanya pengawetan anggur untuk sekedar diminum serta pengawetan dari makanan kaleng yang ada. 

Dari sini dirinya langsung membuat Hak Paten Pateurisasi. Proses ini benar-benar berguna ketika diaplikasikan secara langsung di produk susu. Hal ini karena susu sapi sendiri yang masih mentah, akan membawa Tuberkulosis. Prosesnya sendiri sangat mudah, yakni kalian hanya perlu memanaskan adanya susu ke temperatur suhu di angka 72 derajat celcius dalam kurun waktu 15 hingga 20 detik saja. Korban dari TBC sendiri turun sangat tajam pasca sebuah proses dengan Pasteurisasi ini. 

 

Teknologi Suara Radio 

Teknologi ini rupanya sudah ada sejak abad ke 19. Walau kepopulerannya saat ini terkalahkan dengan dunia internet, namun tetap teknologi bernama Radio ini masih menjadi bagian dari kehidupan banyak orang yang ada di dunia ini. Dan tentu saja ini sudah menjadi salah satu penemuan era akhir di tahun 1800 an dan awal di tahun 19900 an silam. 

Dari kemunculan teknologi ini, pernah menimbulkan perselisihan. Dimana, perselisihan ini memang muncul diantara siapa yang pertama kali merintis adanya radio terutama sekali Marconi dan Nikola Tesla. Kegunaan dari Radio zaman dulu adalah untuk menyampaikan informasi perang dan juga menjadi instrumen kunci yang tidak cuma untuk informasi saja melainkan juga untuk langsung pengkomuniasian dan juga propaganda yang ada. 

 

Teknologi Sinar X-Ray 

Masuk ke tahun 1895, terdapat seorang ilmuwan bernama Wilhelm Conrad Roentgen yang sudah menemukan apa yang saat ini dikenal baik sebagai Sinar X-Ray atau Sinar X. ditemukannya pada saat dirinya ini bekerja dengan tabung sinar katoda yang ada di laboratoriumnya tersebut. Dirinya benar-benar memperhatikan adanya kristal di dekat tabung bersinar dan bisa menyadari langsung bahwasannya sinar ini bisa melewati beberapa benda yang ada disekitarnya. 

Setelah melakukan beberapa kali percobaan, dirinya resmi menemukan bahwasannya sinar ini bisa melewati jaringan dari manusia namun tidaklah melalui adanya tulang. Hal ini sendiri memang membuat banyak sekali ilmuwan tertarik dan makin banyak yang ingin mengembangkannya. Akhirnya terdorong sudah adanya penemuan Rontgen yang dipergunakan khusus oleh Dokter bedah saat ini. 

Untuk saat ini rontgen sudah umum sekali dipergunakan dalam bidang Kedokteran. Penggunaannya untuk masa itu masih massal dan belum dibarengi dengan pengetahuan jelas dari radiasi yang ada. Jadi, pada masa itu radiasi yang dipancarkan masih 1.500x besar dibandingkan saat ini. Sehingga, yang menggunakan teknologi Rontgen ini bisa menyebabkan sanga pasien mengalami luka bakar hingga rambut rontok dengan sangat parah. 

 

Teknologi Pembuat Coklat

Cokelat adalah hal-hal yang selalu berbau dengan kelegitan. Untuk makanan ini di Amerika Serikat sejak ribuan tahun yang lalu sudah dikonsumsi baik oleh orang-orang sana. Selain itu, Coklat yang kita temui saat ini sangat mudah dan biasanya dipergunakan untuk hadiah Valentine atau hari Kasih Sayang yang ternyata sudah ditemukan sejak abad ke 19 lalu. 

Penemuan ini tentu saja langsung digagas oleh Coenraad Johannes van Houten sekitar tahun 1828. Pada saat itu dirinya menemukan benda dengan nama Cocoa Press atau diartikan menjadi peremas cocoa. Fungsi utama dari benda ini memang untuk memeras lemak yang ada di Kakao melalui biji kopi yang sudah dipanggang sebelumnya. 

Selanjutnya, penelitian ini dilanjutkan oleh Joseph Fry pada tahun 1847. Dirinya menjadikan ini sebagai landasan dari coklat batangan. Pembuatan Nya sendiri langsung dari Mentega Kokoa, Bubuk Kokoa, beserta dengan gula sebagai penambah manis di dalam makanan tersebut. 2 penemu ini saja tidak cukup, sampai akhirnya penemu terakhir yakni Daniel peter dan juga Henri Nestle menambahkan adanya susu dan juga langsung menjadikannya sebagai coklat yang sampai saat ini telah kita ketahui keberadaannya.