Teknologi yang Muncul saat Pandemi Covid 19

Seperti pada masa pandemi virus Covid 19 yang sekarang ini menjadi sebuah hal yang sedang melanda dunia, peran teknologi juga turut ikut andil dalam memerangi virus tersebut. Banyak sekarang ini perusahaan di dunia yang berlomba menciptakan teknologi untuk membantu manusia dalam melawan virus tersebut dan berharap pandemi ini dapat segera usai.

Teknologi yang Muncul saat Pandemi Covid 19

Kecanggihan teknologi menjadi sebuah hal yang juga turut berkontribusi dalam membantu memerangi virus Covid-19 di masa pandemi. Beberapa perusahan juga sudah mulai berinovasi dalam menciptakan produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk melawan virus Covid-19. Produk yang diciptakan pun juga cukup beragam seperti aplikasi, perangkat pintar, hingga sebuah drone yang digunakan untuk mengantar kebutuhan tenaga medis. Untuk mengetahui apa saja teknologi yang turut berperan dalam melawan virus Covid-19, berikut ini kami sudah merangkum beberapa di antaranya dibawah ini.

Aplikasi pelacakan virus corona

Aplikasi yang dibuat oleh Google dan juga Apple, penggunanya akan memperoleh peringatan terkait wilayah dan juga orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Covid 19, juga aplikasi ini mampu melacak jejak dan merekam riwayat interaksi sosial dari penggunanya. Sistem ini memanfaatkan koneksi Bluetooth Low Energy (BLE) sebagai medium untuk dapat melakukan sebuah pelacakan orang-orang yang berada di sekitar ponsel pengguna.

Gelang pintar

Gelang tersebut dirancang khusus untuk memantau kondisi kesehatan dari para penggunanya, seperti pengecekan temperatur badan secara langsung dan untuk dapat mengetahui apakah ada sebuah gejala demam ataukah tidak. Apabila pengguna nantinya mengalami masalah kesehatan, aplikasi tersebut juga akan memberikan sebuah peringatan dan merekomendasi pengguna untuk melakukan sebuah tindakan lebih lanjut. Statistik dari suhu badan yang dideteksi oleh gelang tersebut akan diupload ke smartphone melalui jaringan dan koneksi bluetooth.

Thermal Scanner

Thermal scanner merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengetahui suhu pada sebuah objek dengan menggunakan teknologi Focal Plane Array (FPA) sebagai sebuah detektor untuk dapat menerima sinyal infra merah. Thermal scanner ini nantinya akan dapat mendeteksi suhu dengan menghasilkan output berupa sebuah cahaya warna-warni. Suhu objek yang telah ditangkap akan menunjukkan warna yang juga berbeda-beda. Untuk suhu yang lebih dingin dimunculkan dengan warna biru, ungu, dan juga warna hijau. Sedangkan suhu yang lebih hangat nantinya akan diberi warna merah, oranye, dan kuning.

Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) salah satu teknologi yang dirancang untuk mengidentifikasi pola pergerakan dari penyebaran virus Covid-19. Namun, untuk membantu sebuah diagnosa, perlu menggunakan perhitungan dari algoritma dengan melakukan sebuah analisa lewat CT Scan.

Seperti yang ada di China, AI digunakan untuk dapat membantu para tenaga medis melakukan identifikasi dan juga digunakan untuk dapat membedakan hasil scan pneumonia. Sebelumnya perusahaan asal Israel yaitu Coresight AI, juga dikabarkan sedang mengembangkan teknologi pemindai wajah yang nantinya dapat mendeteksi meski sedang menggunakan penutup wajah.

Drone

Saat pandemi seperti Covid-19 saat ini, drone menjadi sebuah alat yang beralih fungsi untuk menggantikan tenaga manusia dalam mengantar dan mengambil sesuatu. Drone difungsikan untuk menjembatani rumah sakit dengan rumah warga untuk dapat mengantarkan kebutuhan medis yang diperlukan. Perusahaan teknologi bernama Antwork dari China melakukan proses pengiriman logistik untuk keperluan tenaga medis yang ada di China.

Selain itu salah satu kampus yang berada di wilayah Carolina Utara AS memanfaatkan drone sendiri untuk dapat mengantarkan hasil sampel uji Covid-19 ke rumah sakit yang berada di pusat kota. Pihak kepolisian yang ada di Paris dan India juga memanfaatkan drone yang digunakan untuk menegakkan aturan karantina wilayah.

Robot

Business Breakthrough University yang berlokasi di Jepang memanfaatkan robot untuk dapat menggantikan para wisudawan dalam menjalani wisuda. Robot bernama Newme tersebut dipakaikan sebuah kain toga berwarna hitam yang menyerupai seorang mahasiswa yang tengah mengikuti wisuda. Wajah para wisudawan secara bergantian akan ditampilkan pada layar yang telah dipasang di bagian atas robot tersebut.

Rumah Sakit Circolo di Italia menggunakan robot juga untuk membantu para tenaga medis dalam menangani pasien virus Covid 19. Robot tersebut bertugas untuk dapat memantau kondisi pasien dari peralatan di ruangan kemudian menyampaikannya ke staf yang ada di rumah sakit. Tak hanya itu saja, sebuah cafe yang berlokasi di wilayah Daejeon, Korea Selatan juga memanfaatkan robot sebagai pengganti dari barista dan waiter untuk melayani para pelanggannya.

Alarm Social Distancing

Dengan pemerintah yang terus mengimbau agar masyarakatnya tetap menerapkan aturan jaga jarak, penemu telah menciptakan sebuah sistem alarm yang aktif ketika ada dua orang yang terlalu dekat satu sama lain. Meta Touch di Universitas Science and Innovation Park UEA telah mengembangkan sebuah sistem menggunakan kamera termal untuk dapat mendeteksi dimana orang berada. Kamera tidak merekam detail wajah, jadi keamanan privasi nantinya tetap terjaga. Alarm ini nantinya hanya akan menjadi sebuah pengingat yang berbunyi ketika orang menjadi sangat dekat satu sama lain.

The Hygiene Hook

The hygiene hook merupakan sebuah alat yang dapat membantu kita untuk mengurangi bersentuhan langsung dengan sebuah permukaan benda. Beberapa produk memiliki sebuah permukaan datar kecil di ujungnya sehingga dapat memungkinkan seseorang nantinya dapat digunakan untuk menekan tombol pada lift atau memencet kunci pada mesin ATM. The Hygiene Hook ini nantinya dapat dengan mudah dicuci karena biasanya terbuat dari bahan yang tidak berpori seperti plastik ataupun juga logam.

Lampu pembunuh bakteri (Germicidal lamp)

Benda yang satu ini sebenarnya barang lama yang jadi populer karena pandemi Covid-19 saat ini. Lampu pembunuh bakteri ini sudah lama digunakan di laboratorium, berbagai industri makanan dan juga beberapa industri lainya yang membutuhkan sebuah alat untuk dapat mensterilkan peralatan kerja dan juga bahan baku. Lampu ini akan memancarkan sinar ultra violet C (UVC), yang memiliki sebuah kemampuan memandulkan virus, bakteri, dan juga segala bentuk kuman penyakit, sehingga juga makhluk-makhluk agar dapat berkembang biak. Sebagai alat pembasmi bakteri, germicidal lamp ini dipuji menjadi sebuah alat yang sangat efektif, sehingga marak digunakan.

E-Learning Platform Teknologi selama COVID-19

Aspek pendidikan juga menjadi sebuah situs s128 hal yang terdampak saat pandemi. Kegiatan belajar mengajar yang umumnya diterapkan dengan tatap muka fisik sekarang menjadi kurang efektif karena hadirnya sebuah rasa takut akan tertular virus dari orang lain. Demi mengurangi risiko tersebut, berbagai platform e-learning sekarang telah hadir untuk digunakan para pelajar maupun juga digunakan oleh mahasiswa yang melakukan persiapan kuliah.

Meskipun hanya di rumah, pembelajaran nantinya masih tetap dapat berjalan dengan cara yang tidak kalah menyenangkan dibandingkan dengan tatap muka secara langsung di dalam ruang kelas.

Demikian itulah beberapa teknologi yang berinovasi di tengah pandemi. Banyak beberapa teknologi baru yang diciptakan untuk dapat memudahkan kebutuhan manusia pada saat pandemi sekarang ini. Beberapa di antaranya berguna agar penyebaran virus covid 19 tidak terjadi.

Jayanya Teknologi Abad -19 Sampai Saat INI !!

Zaman memang sudah berkembang pesat, kemajuan secara global juga sudah berkembang sangat hebat. Sampai pada akhirnya penggunaan dari teknologi pun jadi tambah banyak dan banyak bervariasi lagi adanya. Walau seperti itu, kita harus bisa melihat juga zaman dari 1800 tahun yang lalu. Dimana, kehidupan kita saat ini banyak sekali berhutang pada era-era tersebut. Hal ini disebabkan adanya bibit-bibit teknologi joker123 unggul barulah tercipta dengan baik bersamaan dengan ilmu pengetahuan yang sudah berkembang pesat pada era tersebut. Misalnya seperti kalian mengenal tokoh-tokoh Sains yang berperan penting dalam dunia pengetahuan ilmiah seperti Albert Einstein, lalu ada juga dari Teknologi kalian mengenal bapak Graham Bell dan Galileo Galilei serta tokoh lainnya  yang memang membawa pengaruh pesat bagi dunia saat ini. 

Ketika mengulang sedikit sejarah yang ada, tepat di Abad ke 19 atau dikenal dengan Era Victoria ini sudah menyimpan banyak sekali penemuan yang bahkan sampai saat ini masih dipergunakan baik oleh manusia dan juga ada hasil dari teknologinya digunakan hingga dikonsumsi hingga sampai saat ini. Pasalnya, semua ini memang disebabkan orang-orang pada dunia barat di tahun 1800 an ini jauh lebih kreatif dan juga sudah memiliki rasa ingin tahu yang benar-benar besar dan juga tinggi. Orang-orang di era tersebut memang ingin sekali untuk mencoba memperluas kembali pengetahuan yang dimiliki oleh mereka ini dan selalu ingin meningkatkan adanya derajat hidup mereka pada masa itu. Nah, jika kalian saat ini sedang ingin menambah wawasan mengenai barang teknologi apa saja yang ada di abad 19 dan masih dipergunakan hingga kini, maka kalian bisa langsung saja lihat lebih lengkapnya di bawah ini. 

 

PENEMUAN ABAD 19 BIDANG TEKNOLOGI 

Teknologi sendiri bukan hanya produk gadget , pemakaian barang-barang elektronik saja yang bisa kalian ketahui. Namun, ada setidaknya barang-barang yang pada zaman dulu bisa dikatakan sebagai penemuan dari teknologi yang maju. Nah, kira-kira ada apa saja si penemuan di abad 19 yang sampai detik ini kok masih bisa dipergunakan oleh manusia-manusia modern ? .. yuk mari kita ulas semuanya di bawah ini. 

 

Toilet Model Flush ( Toilet Duduk )

Hayo hayo, bagi kalian anak-anak muda atau bocil-bocil pasti deh tahu toilet ini ada pada eranya tersebut. Namun nyatanya, teknologi dari pemakaian Toilet Flush ini sudah ada sejak lama. Konsep dari Toilet yang saat ini telah dikenal luas oleh orang banyak adalah kreasi dari orang-orang yang ada di era Victoria yang memiliki nama “ Alexander Cumming “. Dirinya pada zaman itu langsung membuat hak paten dari toilet yang bernama S-Bend dengan konsep Airlock yang langsung berisikan dengan air di pipa yang mana akan menjebak bau agar nantinya tidak bisa menguar. 

Teknologi ini dulunya sempat tidak diketahui oleh orang banyak, sampai akhirnya daerah kawasan London mengalami sebuah masalah yakni The Great Stink ( 1858 ). Dimana masalah ini adalah sebuah masalah dari bau limbah yang benar-benar memenuhi kota tersebut. 

Dari kasus tersebut muncullah gagasan Toilet Flush dengan Septic Tank Namun sayang sekali, dari bisnisnya yang laris di pasaran mengenai teknologi ini. Sayang sekali saat tenar tidak berhubungan langsung dengan sanga penemunya secara langsung. 

 

Teknologi Pasteurisasi  

Tepat di tahun 1856 , seorang Ilmuwan bernama Louis Pasteur melakukan pekerjaan dari produsen alkohol untuk benar-benar bisa mencari tahu apa yang menyebabkan alkohol ini memiliki rasa yang asam. Langsung saja, teori ini memiliki sangkut paut dari fermentasi yang mana awal dari fermentasi ini adalah sebuah proses kimia murni. Dari sini, sang pasteur akhirnya mengetahui bahwa Ragi adalah organisme yang hidup. Sampai pada akhirnya, dirinya langsung mengembangkan adanya teori fermentasi oleh bakteri baik. 

Dengan adanya teori ini sudah langsung menyebutkan bahwasannya mikroba ini akan langsung mati pada saat dipanaskan oleh suhu tertentu dan dirinya menemukan juga bahwasannya deretan dari temperatur ini memang tepat untuk bisa melakukan adanya pengawetan anggur untuk sekedar diminum serta pengawetan dari makanan kaleng yang ada. 

Dari sini dirinya langsung membuat Hak Paten Pateurisasi. Proses ini benar-benar berguna ketika diaplikasikan secara langsung di produk susu. Hal ini karena susu sapi sendiri yang masih mentah, akan membawa Tuberkulosis. Prosesnya sendiri sangat mudah, yakni kalian hanya perlu memanaskan adanya susu ke temperatur suhu di angka 72 derajat celcius dalam kurun waktu 15 hingga 20 detik saja. Korban dari TBC sendiri turun sangat tajam pasca sebuah proses dengan Pasteurisasi ini. 

 

Teknologi Suara Radio 

Teknologi ini rupanya sudah ada sejak abad ke 19. Walau kepopulerannya saat ini terkalahkan dengan dunia internet, namun tetap teknologi bernama Radio ini masih menjadi bagian dari kehidupan banyak orang yang ada di dunia ini. Dan tentu saja ini sudah menjadi salah satu penemuan era akhir di tahun 1800 an dan awal di tahun 19900 an silam. 

Dari kemunculan teknologi ini, pernah menimbulkan perselisihan. Dimana, perselisihan ini memang muncul diantara siapa yang pertama kali merintis adanya radio terutama sekali Marconi dan Nikola Tesla. Kegunaan dari Radio zaman dulu adalah untuk menyampaikan informasi perang dan juga menjadi instrumen kunci yang tidak cuma untuk informasi saja melainkan juga untuk langsung pengkomuniasian dan juga propaganda yang ada. 

 

Teknologi Sinar X-Ray 

Masuk ke tahun 1895, terdapat seorang ilmuwan bernama Wilhelm Conrad Roentgen yang sudah menemukan apa yang saat ini dikenal baik sebagai Sinar X-Ray atau Sinar X. ditemukannya pada saat dirinya ini bekerja dengan tabung sinar katoda yang ada di laboratoriumnya tersebut. Dirinya benar-benar memperhatikan adanya kristal di dekat tabung bersinar dan bisa menyadari langsung bahwasannya sinar ini bisa melewati beberapa benda yang ada disekitarnya. 

Setelah melakukan beberapa kali percobaan, dirinya resmi menemukan bahwasannya sinar ini bisa melewati jaringan dari manusia namun tidaklah melalui adanya tulang. Hal ini sendiri memang membuat banyak sekali ilmuwan tertarik dan makin banyak yang ingin mengembangkannya. Akhirnya terdorong sudah adanya penemuan Rontgen yang dipergunakan khusus oleh Dokter bedah saat ini. 

Untuk saat ini rontgen sudah umum sekali dipergunakan dalam bidang Kedokteran. Penggunaannya untuk masa itu masih massal dan belum dibarengi dengan pengetahuan jelas dari radiasi yang ada. Jadi, pada masa itu radiasi yang dipancarkan masih 1.500x besar dibandingkan saat ini. Sehingga, yang menggunakan teknologi Rontgen ini bisa menyebabkan sanga pasien mengalami luka bakar hingga rambut rontok dengan sangat parah. 

 

Teknologi Pembuat Coklat

Cokelat adalah hal-hal yang selalu berbau dengan kelegitan. Untuk makanan ini di Amerika Serikat sejak ribuan tahun yang lalu sudah dikonsumsi baik oleh orang-orang sana. Selain itu, Coklat yang kita temui saat ini sangat mudah dan biasanya dipergunakan untuk hadiah Valentine atau hari Kasih Sayang yang ternyata sudah ditemukan sejak abad ke 19 lalu. 

Penemuan ini tentu saja langsung digagas oleh Coenraad Johannes van Houten sekitar tahun 1828. Pada saat itu dirinya menemukan benda dengan nama Cocoa Press atau diartikan menjadi peremas cocoa. Fungsi utama dari benda ini memang untuk memeras lemak yang ada di Kakao melalui biji kopi yang sudah dipanggang sebelumnya. 

Selanjutnya, penelitian ini dilanjutkan oleh Joseph Fry pada tahun 1847. Dirinya menjadikan ini sebagai landasan dari coklat batangan. Pembuatan Nya sendiri langsung dari Mentega Kokoa, Bubuk Kokoa, beserta dengan gula sebagai penambah manis di dalam makanan tersebut. 2 penemu ini saja tidak cukup, sampai akhirnya penemu terakhir yakni Daniel peter dan juga Henri Nestle menambahkan adanya susu dan juga langsung menjadikannya sebagai coklat yang sampai saat ini telah kita ketahui keberadaannya.