Tentang Pemilu AS Sistem Electoral College

Perhitungan suara di dalam Pemilu AS 2020 telah usai. Joe Biden yang telah berhasil memenangkan pemilu setelah mengumpulkan sebanyak 290 suara elektoral. Biden terpilih sebagai Presiden AS ke-46 dengan mengungguli Donald Trump yang hanya memperoleh 214 suara elektoral di AS. Joe Biden berhasil mengalahkan Donald Trump di dalam Pemilu 2020. Ia dan wakilnya, Kamala Harris, resmi terpilih dan akan segera dilantik pada Januari 2021 mendatang.

Pemilu AS 2020 rupanya berhasil mencatat berbagai macam sejarah baru. Kemenangan Biden berhasil memecah rekor Trump sebagai presiden tertua. Saat dilantik nanti pada 20 Januari 2021, Biden yang akan berusia 78 tahun. Ini berarti Trump menjadi presiden pertama yang tidak terpilih lagi untuk masa jabatannya yang kedua sejak 1990-an.

Tentang Pemilu AS Sistem Electoral College

Kemenangan Biden yang tidak lepas dari keberhasilan politikus Demokrat meraih pemilih di dua negara bagian yang terjadi pada Pilpres 2016 yang saat itu menjadi lumbung suara bagi Trump Michigan dan juga Pennsylvania. Meskipun ada tudingan kecurangan yang dilontarkan oleh Trump serta Partai Republik yang meminta Mahkamah Agung menghentikan jalannya perhitungan suara di dua negara bagian itu, kemenangan Biden di Pilpres AS 2020 tetap tidak terbendung. Biden dan Harris mereka akan resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Amerika serikat yang ke-46 pada 2021. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang Sistem Electoral College yang berhasil memenangkan Biden-Haris dalam Pemilu AS.

1. Meraih Terbanyak Sepanjang Sejarah Pemilu AS

Kemenangan Joe Biden dan juga Kamala Harris sudah berhasil mencatat sejarah baru di dalam Pemilu AS. Keduanya sudah berhasil memperoleh popular votes atau sebuah suara populer terbanyak yang terjadi sepanjang sejarah dalam pemilu AS. Diketahui sebanyak 75,404,182 suara populer sudah berhasil diperoleh oleh Biden dan juga Harris dari total sekitar 165 juta suara dari penduduk AS. Angka ini bahkan jauh melampaui total suara populer yang dahulu pernah diperoleh oleh Barack Obama yaitu 69.498.516 suara. Sementara itu, Donald Trump memperoleh sebanyak 70,903,094 suara. Biden-Harris juga menak secara telak dengan raihan 290 suara elektoral dari 25 negara bagian dan Trump sendiri berhasil meraih 214 suara.

2. Joe Biden jadi Presiden Paling Tua AS

Tidak hanya mencetak rekor dalam perolehan suara populer, Joe Biden juga berhasil mencatat rekor baru dengan menjadi seorang presiden tertua dalam sejarah kepemimpinan AS. Joe Biden yang Lahir pada 20 November 1942, berarti pada saat usianya telah menginjak 78 tahun dirinya sudah resmi dilantik menjadi Presiden AS. Sebelumnya presiden tertua AS sendiri dipegang oleh Ronald Reagen, yang berusia 77 tahun saat dirinya meninggalkan jabatannya yaitu pada tahun 1989.

3. Kali Ketiga Mencalonkan Sebagai Presiden AS

Pemilu 2020 merupakan ketiga kalinya Joe Biden mencalonkan dirinya sebagai calon presiden AS. Joe Biden yang dahulu pertama kali melakukan pencalonan menjadi seorang presiden Amerika Serikat pada tahun 1987, kemudian dirinya kembali mencalon lagi pada tahun 2008.

4. Menarik Simpati Pemilih Muslim

Biden yang telah berhasil merangkul pemilih Muslim serta mereka para imigran pada pemilihan yang dilakukan 3 November lalu. Council on American-Islamic Relations (CAIR) yang merupakan salah satu organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar yang ada di Amerika Serikat, merilis hasil polling pilpres AS 2020 pada Selasa (3/11/2020). Hasilnya menunjukkan jika lebih dari 69 persen Muslim AS, mereka mendukung Biden sementara 17 persen lainnya memilih Trump.

Biden yang juga telah berhasil menarik berbagai simpati pemilih Muslim Dalam kampanyenya, Biden menarik simpati pemilih Muslim usai dirinya mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan setiap Muslim untuk dapat mencegah keburukan dalam kampanyenya. Seperti yang dirinya sampaikan “ Barang siapa di antara kamu yang melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan mu dan jika tidak sanggup lakukan dengan lisanmu, Jika masih tiada sanggup ubah dengan hatimu.

5. Kamala Harris Wakil Presiden Wanita Kulit Hitam Pertama AS

Tidak hanya Joe Biden, Wakil Presiden AS terpilih juga ikut mencatat dua sejarah baru secara sekaligus di AS. Dia menjadi wanita pertama dan juga warga AS keturunan kulit hitam pertama yang menjabat sebagai wakil presiden dari AS. Wanita hebat berusia 56 tahun ini lahir dari pasangan imigran Amerika Serikat, ayahnya dari Jamaika dan ibunya yang berasal dari India. Kamala Harris kemudian bermigrasi ke Amerika Serikat untuk menempuh studinya di Negeri Paman Sam itu.
Terakhir, Kamala Harris menduduki jabatan sebagai seorang Senator dan mantan Jaksa Agung di negara bagian California.

6. Mantan Wakil Presiden ke-15 Menjadi Presiden AS

Selain akan menjadi seorang Presiden tertua AS, Joe Biden akan menambah rekor dari jajaran mantan Wakil Presiden AS yang berhasil menduduki jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat. John Adam adalah Wakil Presiden AS pertama yang juga terpilih sebagai Presiden AS ke-6.

7. Trump, Presiden Dengan Masa Jabatan 1 Periode

Kekalahan dari Donald Trump pada Pemilu Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun ini, akan mencatatkan fakta jika Trump sebagai Presiden AS dengan masa jabatan 1 tahun setelah George HW Bush yang menjabat sebagai Presiden AS ke-41 yang ada pada tahun 1989. Presiden AS setelah George HW Bush selalu menjadi Presiden dengan masa jabatan sebanyak dua kali.

Bill Clinton, George W Bush dan juga Barack Obama, adalah Presiden incumbent yang kembali terpilih pada pencalonan kedua mereka. Donald Trump adalah Presiden AS ke-45 dilantik pada 20 Januari 2017 lalu. Jika pelantikan Joe Biden nantinya akan di laksanakan pada 20 Januari 2021, maka masa jabatan Trump sebagai seorang Presiden AS ke-45 adalah 4 tahun 72 hari.

8. Pemilu AS di masa Pandemi

Pemilu Presiden Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun 2020 berlangsung dalam masa pandemi Covid-19. Pandemi virus corona yang masih terjadi, telah berhasil menewaskan lebih dari 200.000 orang di AS dan telah menjadi sebuah isu utama dalam pemilu Presiden AS 2020. Donald Trump juga sempat dinyatakan jika dirinya positif Covid-19. Pengalaman pelaksanaan pemilu Amerika Serikat di masa pandemi, ternyata dahulu pernah terjadi pada tahun 1918. Pemilihan pada tahun 1918 tersebut berlangsung selama pandemi flu Spanyol melanda.

9. Pengacara Trump Batalkan Gugatan di Arizona

Pengacara Trump pada akhirnya membatalkan gugatannya di Arizona Di saat yang bersamaan juga, pengacara kampanye Trump membatalkan gugatannya di layangkan di Arizona setelah penghitungan suara akhir diperdebatkan. Pejabat keamanan pemilu federa, mereka mengatakan tidak ada bukti yang cukup valid yang dapat menunjukkan jika sistem pemungutan suara menghapus, mengubah atau menghilangkan suara seperti yang dituduhkan oleh pihak Trump.

Demikian itulah beberapa fakta menarik yang ada di dalam kemenangan Joe Biden dan Kamala Haris sebagai presiden AS. Pemilu AS yang terjadi pada tahun 2020 telah mencetak banyak sejarah baru. Semoga dengan terpilihnya Biden-Haris dapat memberikan dampak baik untuk semuanya, karena seperti yang kita tahu bahwa negara Amerika Serikat adalah negara dengan kekuasan yang cukup besar.

Fenomena Gadget di Era Milenial

Generasi milenial sendiri menjadi topik yang cukup hangat untuk selalu diperbincangkan di kalangan masyarakat, tapi sebenarnya, siapakah generasi milenial dan apakah masyarakat paham dengan sebutan tersebut?. Millennial sendiri adalah orang yang biasanya lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Dan bisa diartikan bahwa untuk milenial generasi muda yang sekarang berumur 17-37 pasa tahun ini. Di indonesia sendiri terdapat 81 juta jiwa yang merupakan para generasi milenial tersebut dari total jumlah 255 juta penduduk yang tercatat. Millennial sendiri dianggap sebagai salah satu generasi yang spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Terutama dalam hal berkaitan dengan teknologi. Milenial dan teknologi sudah seperti sahabat karib yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan yang lainya. Ini artinya juga milenial pada dasarnya tak bisa di lepasakan dari teknolog moderen khususnya situs sbobet di internet dan gadget. Dua hal ini hal yang sangat penting untuk kaum milenial di era seperti sekarang. Menjadi salah satu kebutuhan pokok.

Generasi Milenial & Gadget Tidak bisa dipisahkan

Gadget sendiri merupakan alat komunikasi modern yang memiliki banyak fungsi canggih, alat ini biasanya didefinisikan sebagai alat elektronik kecil yang punya fungsi khusus  dengan unit kerja yang cukup tinggi. Hal ini juga yang membedakan gadget dengan teknolog uang lainya adalah adanya unsur kekinian. Yang dimaksud dengan gadget kekinian antara lain smartphone seperti Iphone, blackberry dan juga notebook.

Gadget Untuk Kebutuhan 

Di era milenial ini dimana semuanya sekarang bisa dilakukan serba praktis dan juga super canggih. Dapat kita perhatikan juga dengan seksama bagaimana peran gadget yang merupakan salah satu alat pintar hasil dari kemajuan teknologi yang pesat ini dalam membantu kegiatan sehari-hari dan membuat kehidupan di zaman ini menjadi lebih mudah simple dan juga berwarna. Penggunaan gadget sendiri sekarang sangat diperlukan dari hal terkecil sampai dengan kebutuhan yang sangat mendesak seperti pekerjaan. Banyak lowongan pekerjaan saat ini yang bahkan menggunakan gadget, bahkan keuntungan pekerjaan yang dilakukan dengan gadget lebih menggiurkan di bandkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara offline, salah satunya yang sedang marak belakangan ini adalah menjadi seorang konten kreator alias Youtubers, dengan cara hanya mengupload konten-konten yang anda buat secara menarik dapat menghasilkan uang. Dalam hal ini kuncinya adalah ketekunan dan juga konsisten. 

Dampak Positif

Dampak positif dari gedtet diantaranya adalah untuk pelajar adanya kemudahan untuk dapat mengakses informasi kapan pun dan juga dimanapun, sehingga hal ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan anda secara luas.  Memperluas jaringan pertemanan dan mempermudah komunikasi.

Dampak Negatif Gadget

Di era milenial ini juga pemandangan lalu lalang orang menggunakan gadget bukan lah suatu hal yang di rasa aneh lagi. Mulai juga banyak anak sekolah hingga orang lanjut usia yang pastinya sudah memiliki gadget. Banyak sekali hal keuntungan dengan adanya revolusi besar ini dalam kehidupan. Selain untuk memudahkan dalam hal berkomunikasi. Namun tak jarang juga efek negatif sering kali timbul dengan adanya gadget. Selain adanya hal-hal yang dapat kita rasakan dengan adanya kemajuan teknologi ini tak membuat kita juga untuk melupakan sisi negatif dari gadget.

Dampak negatif dari gadget untuk para pelajar diantaranya adalah penyalahgunaan, yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk dapat memperoleh informasi dan menambah wawasan hanya digunakan untuk kebutuhan yang tidak penting. Banyak juga orang-orang yang kecanduan bermain game digeget baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Fenomena penggunaan gadget ini seakan akan mempunyai dunianya sendiri. Kita sering lihat di tempat-tempat umum, seperti halnya di stasiun kereta api misalnya, apa yang sering anda lihat? Pastinya orang-orang yang menunduk di atas gadgetnya masing masing, mulai jarang ditemui juga orang-orang yang semula tidak saling mengenal kemudian mereka akrab, akbat di dunia nyata menjadi gagap dalam hal berinteraksi. Ada pepatah juga yang mengatakan bahawa gadget dapat menjauhkan sesuatu yang dekat dan mendekatkan sesuatu yang jauh. Selalu sibuk untuk menanyakan kabar dari orang-orang yang berada di belahan dunia lainya tetapi tidak mengetahui kondisi orang-orang yang berada di sekitarnya. Kemudahan bersosialisasi dalam menggunakan gadget  justru sebenarnya membuat manusia terlihat anti sosial di kehidupan nyata. Pada seperti yang kita semua tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial, namun makna tersebut lama-lama bergeser.

Gadget dalam segi Kesehatan

Dalam segi kesehatan penggunaan gadget dengan waktu yang berlebihan akan rentan terkena radiasi. Pancaran sinar dari layar gadget sangat membahayakan sistem saraf. Penggunaan gadget juga akan berperang pada minusnya mata, bahkan orang akan sangat rentan terhadap radiasi elektromagnetik. Menggunakan gadget terlalu sering juga akan memberikan efek buruk terhadap kondisi badan kita. Fasilitas gadget dari media sosial juga mempunyai dampak buruk juga, media sosial yang pada umumnya sering digunakan oleh para generasi muda diantarkya seperti Instagram,Twitter dan Facebook. Banyak sekali remaja yang tidak segan untuk menggunakan media sosial sebagai salah satu tempat untuk dapat mencurahkan isi hati atau sesuatu yang menurutnya harus disebarkan ke media sosial, tanpa memperdulikan apa dampak yang akan timbul. Hal seperti ini yang dikhawatirkan dapat memberikan pemahaman buruk untuk gadget. Gadget digunakan untuk sesuatu yang merugikan seperti Curhat dan Bullying.

Penggunaan Gadget secara berlebihan

Penggunaan gadget yang digunakan secara berlebihan hanya akan membuang waktu secara sia-sia seringkali juga kita memeriksa media sosial padahal tidak ada notifikasi apapun. Atau mengupdate kegiatan sehari-hari keseluruh media sosial yang kita punya. Selain hal tersebut menghabiskan banyak waktu, kita jadi terlihat menjadi seseorang yang terlihat sibuk sendiri dengan aktivitas di dunia maya. Padahal ada banyak sekali hal menarik yang anda bisa lakukan di dunia nyata. Hal-hal yang sering kali terlewatkan dan tidak terperhatikan karena terlalu fokus dengan gadget. Gadget sendiri bisa dikatakan menjadi sebuah peningkat nilai terhadap manusia atau bahkan mematikan manusia itu sendiri. Para generasi milenial pengguna gadget sebaiknya dapat mengurangi penggunaan gadget. Dengan menyadari pengaruh positif dan juga negatif gadget dan bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak menggunakannya terlalu over dan sesuai dengan sasaran.

Kesimpulan

Gadget juga bisa menusiakan manusiakan dan juga bisa membuat manusia tidak menjadi semestinya. Tergantung bagaimana para penggunannya. Gadget sendiri ibarat pisau, tergantung siapa saja pemegang . Maka harus bersikap cerdas dalam menggunakan gadget di kebutan sehari-hari agar gadget berguna sebagai mana mestinya. Cobalah untuk beberapa waktu mengistirahatkan sesuatu hal yang berkaitan dengan gadget untuk beberapa urusan yang tidak terlalu penting. Buatlah diri anda untuk menyadari hal-hal yang sekiranya sudah anda lewatkan karna berapa waktu itu terlalu sibuk dengan gadget. Hal tersebut anda lakukan guna terciptanya hubungan anda dengan sesama manusia. Karena seperti pada umumnya manusia adalah makhluk sosial.