Tentang Pemilu AS Sistem Electoral College

Perhitungan suara di dalam Pemilu AS 2020 telah usai. Joe Biden yang telah berhasil memenangkan pemilu setelah mengumpulkan sebanyak 290 suara elektoral. Biden terpilih sebagai Presiden AS ke-46 dengan mengungguli Donald Trump yang hanya memperoleh 214 suara elektoral di AS. Joe Biden berhasil mengalahkan Donald Trump di dalam Pemilu 2020. Ia dan wakilnya, Kamala Harris, resmi terpilih dan akan segera dilantik pada Januari 2021 mendatang.

Pemilu AS 2020 rupanya berhasil mencatat berbagai macam sejarah baru. Kemenangan Biden berhasil memecah rekor Trump sebagai presiden tertua. Saat dilantik nanti pada 20 Januari 2021, Biden yang akan berusia 78 tahun. Ini berarti Trump menjadi presiden pertama yang tidak terpilih lagi untuk masa jabatannya yang kedua sejak 1990-an.

Tentang Pemilu AS Sistem Electoral College

Kemenangan Biden yang tidak lepas dari keberhasilan politikus Demokrat meraih pemilih di dua negara bagian yang terjadi pada Pilpres 2016 yang saat itu menjadi lumbung suara bagi Trump Michigan dan juga Pennsylvania. Meskipun ada tudingan kecurangan yang dilontarkan oleh Trump serta Partai Republik yang meminta Mahkamah Agung menghentikan jalannya perhitungan suara di dua negara bagian itu, kemenangan Biden di Pilpres AS 2020 tetap tidak terbendung. Biden dan Harris mereka akan resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Amerika serikat yang ke-46 pada 2021. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang Sistem Electoral College yang berhasil memenangkan Biden-Haris dalam Pemilu AS.

1. Meraih Terbanyak Sepanjang Sejarah Pemilu AS

Kemenangan Joe Biden dan juga Kamala Harris sudah berhasil mencatat sejarah baru di dalam Pemilu AS. Keduanya sudah berhasil memperoleh popular votes atau sebuah suara populer terbanyak yang terjadi sepanjang sejarah dalam pemilu AS. Diketahui sebanyak 75,404,182 suara populer sudah berhasil diperoleh oleh Biden dan juga Harris dari total sekitar 165 juta suara dari penduduk AS. Angka ini bahkan jauh melampaui total suara populer yang dahulu pernah diperoleh oleh Barack Obama yaitu 69.498.516 suara. Sementara itu, Donald Trump memperoleh sebanyak 70,903,094 suara. Biden-Harris juga menak secara telak dengan raihan 290 suara elektoral dari 25 negara bagian dan Trump sendiri berhasil meraih 214 suara.

2. Joe Biden jadi Presiden Paling Tua AS

Tidak hanya mencetak rekor dalam perolehan suara populer, Joe Biden juga berhasil mencatat rekor baru dengan menjadi seorang presiden tertua dalam sejarah kepemimpinan AS. Joe Biden yang Lahir pada 20 November 1942, berarti pada saat usianya telah menginjak 78 tahun dirinya sudah resmi dilantik menjadi Presiden AS. Sebelumnya presiden tertua AS sendiri dipegang oleh Ronald Reagen, yang berusia 77 tahun saat dirinya meninggalkan jabatannya yaitu pada tahun 1989.

3. Kali Ketiga Mencalonkan Sebagai Presiden AS

Pemilu 2020 merupakan ketiga kalinya Joe Biden mencalonkan dirinya sebagai calon presiden AS. Joe Biden yang dahulu pertama kali melakukan pencalonan menjadi seorang presiden Amerika Serikat pada tahun 1987, kemudian dirinya kembali mencalon lagi pada tahun 2008.

4. Menarik Simpati Pemilih Muslim

Biden yang telah berhasil merangkul pemilih Muslim serta mereka para imigran pada pemilihan yang dilakukan 3 November lalu. Council on American-Islamic Relations (CAIR) yang merupakan salah satu organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar yang ada di Amerika Serikat, merilis hasil polling pilpres AS 2020 pada Selasa (3/11/2020). Hasilnya menunjukkan jika lebih dari 69 persen Muslim AS, mereka mendukung Biden sementara 17 persen lainnya memilih Trump.

Biden yang juga telah berhasil menarik berbagai simpati pemilih Muslim Dalam kampanyenya, Biden menarik simpati pemilih Muslim usai dirinya mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan setiap Muslim untuk dapat mencegah keburukan dalam kampanyenya. Seperti yang dirinya sampaikan “ Barang siapa di antara kamu yang melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan mu dan jika tidak sanggup lakukan dengan lisanmu, Jika masih tiada sanggup ubah dengan hatimu.

5. Kamala Harris Wakil Presiden Wanita Kulit Hitam Pertama AS

Tidak hanya Joe Biden, Wakil Presiden AS terpilih juga ikut mencatat dua sejarah baru secara sekaligus di AS. Dia menjadi wanita pertama dan juga warga AS keturunan kulit hitam pertama yang menjabat sebagai wakil presiden dari AS. Wanita hebat berusia 56 tahun ini lahir dari pasangan imigran Amerika Serikat, ayahnya dari Jamaika dan ibunya yang berasal dari India. Kamala Harris kemudian bermigrasi ke Amerika Serikat untuk menempuh studinya di Negeri Paman Sam itu.
Terakhir, Kamala Harris menduduki jabatan sebagai seorang Senator dan mantan Jaksa Agung di negara bagian California.

6. Mantan Wakil Presiden ke-15 Menjadi Presiden AS

Selain akan menjadi seorang Presiden tertua AS, Joe Biden akan menambah rekor dari jajaran mantan Wakil Presiden AS yang berhasil menduduki jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat. John Adam adalah Wakil Presiden AS pertama yang juga terpilih sebagai Presiden AS ke-6.

7. Trump, Presiden Dengan Masa Jabatan 1 Periode

Kekalahan dari Donald Trump pada Pemilu Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun ini, akan mencatatkan fakta jika Trump sebagai Presiden AS dengan masa jabatan 1 tahun setelah George HW Bush yang menjabat sebagai Presiden AS ke-41 yang ada pada tahun 1989. Presiden AS setelah George HW Bush selalu menjadi Presiden dengan masa jabatan sebanyak dua kali.

Bill Clinton, George W Bush dan juga Barack Obama, adalah Presiden incumbent yang kembali terpilih pada pencalonan kedua mereka. Donald Trump adalah Presiden AS ke-45 dilantik pada 20 Januari 2017 lalu. Jika pelantikan Joe Biden nantinya akan di laksanakan pada 20 Januari 2021, maka masa jabatan Trump sebagai seorang Presiden AS ke-45 adalah 4 tahun 72 hari.

8. Pemilu AS di masa Pandemi

Pemilu Presiden Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun 2020 berlangsung dalam masa pandemi Covid-19. Pandemi virus corona yang masih terjadi, telah berhasil menewaskan lebih dari 200.000 orang di AS dan telah menjadi sebuah isu utama dalam pemilu Presiden AS 2020. Donald Trump juga sempat dinyatakan jika dirinya positif Covid-19. Pengalaman pelaksanaan pemilu Amerika Serikat di masa pandemi, ternyata dahulu pernah terjadi pada tahun 1918. Pemilihan pada tahun 1918 tersebut berlangsung selama pandemi flu Spanyol melanda.

9. Pengacara Trump Batalkan Gugatan di Arizona

Pengacara Trump pada akhirnya membatalkan gugatannya di Arizona Di saat yang bersamaan juga, pengacara kampanye Trump membatalkan gugatannya di layangkan di Arizona setelah penghitungan suara akhir diperdebatkan. Pejabat keamanan pemilu federa, mereka mengatakan tidak ada bukti yang cukup valid yang dapat menunjukkan jika sistem pemungutan suara menghapus, mengubah atau menghilangkan suara seperti yang dituduhkan oleh pihak Trump.

Demikian itulah beberapa fakta menarik yang ada di dalam kemenangan Joe Biden dan Kamala Haris sebagai presiden AS. Pemilu AS yang terjadi pada tahun 2020 telah mencetak banyak sejarah baru. Semoga dengan terpilihnya Biden-Haris dapat memberikan dampak baik untuk semuanya, karena seperti yang kita tahu bahwa negara Amerika Serikat adalah negara dengan kekuasan yang cukup besar.

Apa Saja yang Kita Hadapi di Era “New Normal”

“New normal” sendiri yang dimana barangkali adalah buzz word yang tentunya sekarang ini menjadi salah satu hal yang paling sering kita dengar dalam beberapa minggu ke belakang ini. Apa itu, dan bagaimana kah cara menghadapinya? Ini yang dimana ternyata bukan kali pertama dunia “dipaksa” untuk dapat berubah pasca pandemi. Pada saat pandemi dari flu yang ada di tahun 1918, misalnya, kebiasaan meludah dan juga ketersediaan kendi meludah (spittoon) yang dimana menjadi salah satu hal yang dianggap umum pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang kemudian sekejap menghilang. “New normal” yang digadang-gadang di media ini yang dimana berbicara tentang sebuah perubahan transformatif secara global yang dilakukan dalam sekejap tentang apa-apa yang dimana sebelumnya kita anggap normal. Boleh dibilang, dimana “new normal” ini serupa “trauma” massal yang dilakukan bersama.

Apa Saja yang Kita Hadapi di Era “New Normal”

Seperti apa tentang yang diungkapkan WHO pada judi bola online pertengahan bulan Mei yang lalu, dimana penemuan vaksin dan juga obat untuk novel coronavirus akan menjadi sebuah hal yang memakan waktu, dan kita yang nantinya harus bersiap untuk sebuah dunia di mana virus ini mungkin menjadi sebuah hal yang takkan pernah punah hanya saja “turun kasta” menjadi endemi. Di dunia ini, dimana kitalah yang perlu mengubah tentang bagaimana kita nantinya hidup dan dilakukan secara kronis. Selayaknya dari sebuah perubahan global, dimana era new normal menjadi sebuah hal yang kemudian mempengaruhi mulai dari sebuah kehidupan individu sehari-hari hingga yang ada pada tingkatan industri, budaya, dan juga negara.

Sementara dimana banyak ahli yang kemudian memprediksi baik aspek yang optimis maupun juga yang pesimis dari hal new normal ini, kita yang dimana nantinya juga perlu bersiap-siap mengadopsi sebuah kebiasaan-kebiasaan baru yang ada dalam menghadapi dunia yang baru ini. Sanitation kit yang yang dimana nantinya akan terdiri dari sebuah cairan pembersih, masker, dan juga dari sebuah strip pengukur suhu tubuh yang dimana nantinya akan menjadi sebuah barang bawaan umum. Beberapa desainer dari produk dan dimana industri dari sebuah kesehatan yang ada di dunia yang dimana sudah bersiap untuk menyediakan sebuah sanitation kit yang dimana nantinya menjadi sebuah hal yang akan mudah diakses publik dan mudah dibawa ke mana-mana, misalnya saja seperti kapsul buatan Kiran Zhu di atas. Sediakan juga seluruh kebutuhan dari sanitasi pribadi yang dimana ada dalam sebuah pouch anda dimanapun nantinya Anda pergi.

Pengenaan masker akan menjadi “new fashion”

Penggunaan kata fashion untuk dapat merujuk kepada masker yang dimana nantinya juga memang sebuah kontroversial, mengingat bahwa ia sendiri adalah item yang tentunya sepenuhnya fungsional dan bukan estetik. Meski demikian, dimana mengenakan masker akan menjadi sebuah hal yang amat normal terutama jika di gunakan di tempat-tempat umum yang cukup padat seperti halnya stasiun, bandara, transportasi publik, mal, dan kampus, dan lain juga sebagainya. Selain itu, untuk hal ini bersiap-siaplah dunia fashion dan juga teknologi yang dimana nantinya akan berlomba-lomba mengkreasikan masker wajah yang tercantik dan teraman untuk publik.

Intrusi “workplace” bagi kaum kerah putih

Meskipun beberapa industri yang dimana telah biasa menerapkan sistem kerja remote bahkan juga sebelum pandemi merebak, sistem kerja ini yang dimana menjadi sebuah sistem kerja yang belum tersebar secara merata pada kebanyakkan budaya dan industri. Sistem jarak jauh ini yang dimana menjadi salah satu hal yang nantinya akan semakin umum ditemukan sehingga pertemuan tatap muka yang dimana hanya dilakukan pada sebuah situasi-situasi terbatas. Anda yang juga sudah mulai terpengaruh dan awas tentang semua batasan rumah sebagai area dari “workplace” dan juga “safe haven”. Triknya? Dedikasikan hanya pada satu pojok dalam rumah untuk dapat bekerja dan disiplin dalam menetapkan sebuah jam kerja Anda, dan juga jangan melanggar batasan psikis ini.
Penurunan tingkat mobilisasi

Sementara ini kita yang dimana sekarang ini sudah mulai membiasakan diri kita dengan video conference, new normal sendiri yang ideal ini yang hanya akan memerlukan kita untuk berkomputer hanya untuk hal-hal yang amat penting saja. Di paris sendiri, dimana masyarakat yang menghindari sebuah kepadatan transportasi publik juga yang dimana diantaranya mereka dapat memilih untuk bersepeda dalam jarak-jarak terbatas. The Guardian yang dimana juga menyebutkan bahwa perusahaan perlu juga mempersiapkan rantai pasok yang resilien untuk dapat mempertahankan sebuah stabilitas ekonomi, serta juga sebuah perjalanan udara yang dimana akan menjadi sebuah hal yang kembali menjadi sebuah kemewahan.

Masa depan gaya hidup

Bersentuhan, berbagi sebuah alat-alat, dan berdesak-desakan akan menjadi sebuah hal yang akan terasa jauh lebih tak nyaman dari biasanya. Berpelukan, cium pipi, dan juga sekadar berjabat tangan sebagai sebuah bentuk sapaan lama-kelamaan yang dimana nantinya menjadi sebuah hal yang akan mulai menemukan alternatif lain. Sementara pesta yang bergaya buffet dan bar yang dimana nantinya akan dihindari, restoran, bar, karaoke, dan juga hotel juga perlu mengubah model bisnis untuk sebuah pengalaman hiburan yang lebih terpersonalisasi dan juga lebih higienis.

Berapa banyak orang dalam ruangan?

Dibandingkan dengan sebuah tempat terbuka, tempat tertutup yang dimana menjadi sebuah hal yang dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang menular. Kelas dan grup kecil yang ada di sekolah, pembatasan jumlah penonton konser dan juga pertandingan olah raga, serta juga tentang semua penurunan jumlah penumpang yang ada dalam transportasi darat, laut, dan juga udara yag dimana nantinya akan berlangsung setidaknya sampai dengan beberapa tahun ke depan. Selain itu, dimana protokol seperti pengenaan masker dan juga ruang disinfektan UV yang juga akan menjadi sebuah hal yang akan ditekankan pada beberapa event-event massal yang ada dunia yang dimana tak bisa dihilangkan begitu saja.

Kesehatan adalah kemewahan terbaik

Beberapa studi dunia yang dimana nantinya juga dapat mengungkapkan bahwa industri high fashion, luxury, dan juga travel atau juga hospitality yang dimana menjadi salah satu hal yang masih akan terseok-seok hingga beberapa tahun ke depan. Hal yang menjadi utamanya karena kita yang dimana telah mulai mengadopsi pola konsumsi yang sekarang ini berbeda. Sederhana saja; dalam dua bulan ke belakang, dimana untuk apa Anda menghabiskan uang belanja Anda nantinya ? Kebanyakan orang yang dimana akan memilih untuk hanya membeli kebutuhan-kebutuhan dasar dan juga akan mengurangi konsumsi untuk hal-hal tersier seperti halnya plesir dan juga tentang tas mewah, misalnya. Untuk kedepannya kita yang nantinya juga akan lebih banyak berinvestasi untuk sebuah kesehatan dan juga menabung sebagai bentuk preventif ekonomi yang dimana kurang stabil.

Itulah beberapa hal yang sekarang sudah mulai kita jalani di dalam Era New Normal ini. Dimana di Era ini kita yang harus dipaksa mengikuti sebuah kebiasaan untuk sebuah kelangsungan hidup ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Fenomena Gadget di Era Milenial

Generasi milenial sendiri menjadi topik yang cukup hangat untuk selalu diperbincangkan di kalangan masyarakat, tapi sebenarnya, siapakah generasi milenial dan apakah masyarakat paham dengan sebutan tersebut?. Millennial sendiri adalah orang yang biasanya lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Dan bisa diartikan bahwa untuk milenial generasi muda yang sekarang berumur 17-37 pasa tahun ini. Di indonesia sendiri terdapat 81 juta jiwa yang merupakan para generasi milenial tersebut dari total jumlah 255 juta penduduk yang tercatat. Millennial sendiri dianggap sebagai salah satu generasi yang spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Terutama dalam hal berkaitan dengan teknologi. Milenial dan teknologi sudah seperti sahabat karib yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan yang lainya. Ini artinya juga milenial pada dasarnya tak bisa di lepasakan dari teknolog moderen khususnya situs sbobet di internet dan gadget. Dua hal ini hal yang sangat penting untuk kaum milenial di era seperti sekarang. Menjadi salah satu kebutuhan pokok.

Generasi Milenial & Gadget Tidak bisa dipisahkan

Gadget sendiri merupakan alat komunikasi modern yang memiliki banyak fungsi canggih, alat ini biasanya didefinisikan sebagai alat elektronik kecil yang punya fungsi khusus  dengan unit kerja yang cukup tinggi. Hal ini juga yang membedakan gadget dengan teknolog uang lainya adalah adanya unsur kekinian. Yang dimaksud dengan gadget kekinian antara lain smartphone seperti Iphone, blackberry dan juga notebook.

Gadget Untuk Kebutuhan 

Di era milenial ini dimana semuanya sekarang bisa dilakukan serba praktis dan juga super canggih. Dapat kita perhatikan juga dengan seksama bagaimana peran gadget yang merupakan salah satu alat pintar hasil dari kemajuan teknologi yang pesat ini dalam membantu kegiatan sehari-hari dan membuat kehidupan di zaman ini menjadi lebih mudah simple dan juga berwarna. Penggunaan gadget sendiri sekarang sangat diperlukan dari hal terkecil sampai dengan kebutuhan yang sangat mendesak seperti pekerjaan. Banyak lowongan pekerjaan saat ini yang bahkan menggunakan gadget, bahkan keuntungan pekerjaan yang dilakukan dengan gadget lebih menggiurkan di bandkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara offline, salah satunya yang sedang marak belakangan ini adalah menjadi seorang konten kreator alias Youtubers, dengan cara hanya mengupload konten-konten yang anda buat secara menarik dapat menghasilkan uang. Dalam hal ini kuncinya adalah ketekunan dan juga konsisten. 

Dampak Positif

Dampak positif dari gedtet diantaranya adalah untuk pelajar adanya kemudahan untuk dapat mengakses informasi kapan pun dan juga dimanapun, sehingga hal ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan anda secara luas.  Memperluas jaringan pertemanan dan mempermudah komunikasi.

Dampak Negatif Gadget

Di era milenial ini juga pemandangan lalu lalang orang menggunakan gadget bukan lah suatu hal yang di rasa aneh lagi. Mulai juga banyak anak sekolah hingga orang lanjut usia yang pastinya sudah memiliki gadget. Banyak sekali hal keuntungan dengan adanya revolusi besar ini dalam kehidupan. Selain untuk memudahkan dalam hal berkomunikasi. Namun tak jarang juga efek negatif sering kali timbul dengan adanya gadget. Selain adanya hal-hal yang dapat kita rasakan dengan adanya kemajuan teknologi ini tak membuat kita juga untuk melupakan sisi negatif dari gadget.

Dampak negatif dari gadget untuk para pelajar diantaranya adalah penyalahgunaan, yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk dapat memperoleh informasi dan menambah wawasan hanya digunakan untuk kebutuhan yang tidak penting. Banyak juga orang-orang yang kecanduan bermain game digeget baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Fenomena penggunaan gadget ini seakan akan mempunyai dunianya sendiri. Kita sering lihat di tempat-tempat umum, seperti halnya di stasiun kereta api misalnya, apa yang sering anda lihat? Pastinya orang-orang yang menunduk di atas gadgetnya masing masing, mulai jarang ditemui juga orang-orang yang semula tidak saling mengenal kemudian mereka akrab, akbat di dunia nyata menjadi gagap dalam hal berinteraksi. Ada pepatah juga yang mengatakan bahawa gadget dapat menjauhkan sesuatu yang dekat dan mendekatkan sesuatu yang jauh. Selalu sibuk untuk menanyakan kabar dari orang-orang yang berada di belahan dunia lainya tetapi tidak mengetahui kondisi orang-orang yang berada di sekitarnya. Kemudahan bersosialisasi dalam menggunakan gadget  justru sebenarnya membuat manusia terlihat anti sosial di kehidupan nyata. Pada seperti yang kita semua tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial, namun makna tersebut lama-lama bergeser.

Gadget dalam segi Kesehatan

Dalam segi kesehatan penggunaan gadget dengan waktu yang berlebihan akan rentan terkena radiasi. Pancaran sinar dari layar gadget sangat membahayakan sistem saraf. Penggunaan gadget juga akan berperang pada minusnya mata, bahkan orang akan sangat rentan terhadap radiasi elektromagnetik. Menggunakan gadget terlalu sering juga akan memberikan efek buruk terhadap kondisi badan kita. Fasilitas gadget dari media sosial juga mempunyai dampak buruk juga, media sosial yang pada umumnya sering digunakan oleh para generasi muda diantarkya seperti Instagram,Twitter dan Facebook. Banyak sekali remaja yang tidak segan untuk menggunakan media sosial sebagai salah satu tempat untuk dapat mencurahkan isi hati atau sesuatu yang menurutnya harus disebarkan ke media sosial, tanpa memperdulikan apa dampak yang akan timbul. Hal seperti ini yang dikhawatirkan dapat memberikan pemahaman buruk untuk gadget. Gadget digunakan untuk sesuatu yang merugikan seperti Curhat dan Bullying.

Penggunaan Gadget secara berlebihan

Penggunaan gadget yang digunakan secara berlebihan hanya akan membuang waktu secara sia-sia seringkali juga kita memeriksa media sosial padahal tidak ada notifikasi apapun. Atau mengupdate kegiatan sehari-hari keseluruh media sosial yang kita punya. Selain hal tersebut menghabiskan banyak waktu, kita jadi terlihat menjadi seseorang yang terlihat sibuk sendiri dengan aktivitas di dunia maya. Padahal ada banyak sekali hal menarik yang anda bisa lakukan di dunia nyata. Hal-hal yang sering kali terlewatkan dan tidak terperhatikan karena terlalu fokus dengan gadget. Gadget sendiri bisa dikatakan menjadi sebuah peningkat nilai terhadap manusia atau bahkan mematikan manusia itu sendiri. Para generasi milenial pengguna gadget sebaiknya dapat mengurangi penggunaan gadget. Dengan menyadari pengaruh positif dan juga negatif gadget dan bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak menggunakannya terlalu over dan sesuai dengan sasaran.

Kesimpulan

Gadget juga bisa menusiakan manusiakan dan juga bisa membuat manusia tidak menjadi semestinya. Tergantung bagaimana para penggunannya. Gadget sendiri ibarat pisau, tergantung siapa saja pemegang . Maka harus bersikap cerdas dalam menggunakan gadget di kebutan sehari-hari agar gadget berguna sebagai mana mestinya. Cobalah untuk beberapa waktu mengistirahatkan sesuatu hal yang berkaitan dengan gadget untuk beberapa urusan yang tidak terlalu penting. Buatlah diri anda untuk menyadari hal-hal yang sekiranya sudah anda lewatkan karna berapa waktu itu terlalu sibuk dengan gadget. Hal tersebut anda lakukan guna terciptanya hubungan anda dengan sesama manusia. Karena seperti pada umumnya manusia adalah makhluk sosial.